We Are Little Zombies, Ketika Rasa Duka Disalurkan Melalui Musik

We Are Little Zombies, Ketika Rasa Duka Disalurkan Melalui Musik – Oscilloscope Laboratories telah meluncurkan trailer pertama untuk film Jepang pemenang Sundance Festival untuk World Cinema Dramatic Special Jury Award for Originality, We Are Little Zombies. Trailer ini menggambarkan bagaimana sekelompok anak-anak belajar mengekspresikan kesedihan dan rasa duka mereka melalui musik. Jangan lewatkan tayangan film berkualitas hanya di Nonton Layarkaca21 Online.

Ketika empat anak Hikari, Ikuko, Ishi, dan Takemura mengetahui orang tua mereka telah meninggal dunia, tak satu pun dari mereka yang bisa menangis. Mereka seperti zombie; tanpa semua emosi. Tanpa keluarga, tanpa masa depan, tanpa mimpi, dan tidak ada cara untuk maju. Kemudian para remaja muda memutuskan untuk membentuk sebuah band-dan kemudian menaklukkan dunia. Tragedi, komedi, musik, kritik sosial dan kecemasan remaja semuanya termasuk dalam film eksentrik ini.
Bagaimana rasanya ditinggal orang tua dan harus terjebak di sebuah keluarga yang disfungsional? Hal itu dialami oleh keempat protagonis anak pada film terbaru garapan Makoto Nagahisa, We Are Little Zombies (2019). Cerita dimulai dari kisah Hikari, anak tunggal keluarga yang kaya raya. Kesibukan menjadi salah satu alasan Hikari tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya secara intim. Bagi dirinya, satu-satunya kasih sayang yang dia dapatkan dari orangtuanya adalah melalui game-game pembelian mereka. Hikari juga selalu membawa sebuah gameboy yang tidak pernah lepas dari tangannya. Pada suatu hari, kedua orangtuanya terlibat dalam kecelakaan, Hikari pun seketika menjadi sebatang kara. Ia tidak merasakan kesedihan apapun saat mengetahui kabar tersebut.

Hikari bertemu tiga orang anak lain setelah melalui proses kremasi orangtuanya. Mereka juga mengalami nasib serupa. Ada Ishi berperawakan gemuk dan memiliki kepribadian lucu. Lalu ada Takemura yang begitu nakal dan tampak temperamental tetapi memiliki sisi sentimentil yang melatarbelakangi semuanya. Yang terakhir ada Ikuko, satu-satunya perempuan dalam kelompok baru mereka. Ikuko memiliki karakter tegas namun sinis. Ia sosok pemimpin di grup kecil mereka. Keempat anak itu pertama kali bertemu ketika orangtua mereka dikremasi pada hari yang sama. Berawal dari kelompok kecil, mereka pun memutuskan membuat sebuah band. Zombie-zombie kecil pun langsung menggebrak dunia musik.

Film ini ditulis dan disutradarai oleh Makoto Nagahisa dan dibintangi Keita Ninomiya, Satoshi Mizuno, Mondo Okumura, Sena Nakajima, Kuranosuke Sasaki, Youki Kudoh, Sosuke Ikematsu, Eriko Hatsune, Jun Murakami, Naomi Nishida, Shiro Sano, Rinko Kikuchi dan Masatoshi Nagase.

We Are Little Zombies telah memulai debutnya di Festival Film Sundance 2019 dan akan mulai diputar di bioskop segera setelah masalah pandemin COVID-19 berakhir.We Are Little Zombies, Ketika Rasa Duka Disalurkan Melalui Musik – Oscilloscope Laboratories telah meluncurkan trailer pertama untuk film Jepang pemenang Sundance Festival untuk World Cinema Dramatic Special Jury Award for Originality, We Are Little Zombies. Trailer ini menggambarkan bagaimana sekelompok anak-anak belajar mengekspresikan kesedihan dan rasa duka mereka melalui musik.

Ketika empat anak Hikari, Ikuko, Ishi, dan Takemura mengetahui orang tua mereka telah meninggal dunia, tak satu pun dari mereka yang bisa menangis. Mereka seperti zombie; tanpa semua emosi. Tanpa keluarga, tanpa masa depan, tanpa mimpi, dan tidak ada cara untuk maju. Kemudian para remaja muda memutuskan untuk membentuk sebuah band-dan kemudian menaklukkan dunia. Tragedi, komedi, musik, kritik sosial dan kecemasan remaja semuanya termasuk dalam film eksentrik ini.
Bagaimana rasanya ditinggal orang tua dan harus terjebak di sebuah keluarga yang disfungsional? Hal itu dialami oleh keempat protagonis anak pada film terbaru garapan Makoto Nagahisa, We Are Little Zombies (2019). Cerita dimulai dari kisah Hikari, anak tunggal keluarga yang kaya raya. Kesibukan menjadi salah satu alasan Hikari tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya secara intim. Bagi dirinya, satu-satunya kasih sayang yang dia dapatkan dari orangtuanya adalah melalui game-game pembelian mereka. Hikari juga selalu membawa sebuah gameboy yang tidak pernah lepas dari tangannya. Pada suatu hari, kedua orangtuanya terlibat dalam kecelakaan, Hikari pun seketika menjadi sebatang kara. Ia tidak merasakan kesedihan apapun saat mengetahui kabar tersebut.

Hikari bertemu tiga orang anak lain setelah melalui proses kremasi orangtuanya. Mereka juga mengalami nasib serupa. Ada Ishi berperawakan gemuk dan memiliki kepribadian lucu. Lalu ada Takemura yang begitu nakal dan tampak temperamental tetapi memiliki sisi sentimentil yang melatarbelakangi semuanya. Yang terakhir ada Ikuko, satu-satunya perempuan dalam kelompok baru mereka. Ikuko memiliki karakter tegas namun sinis. Ia sosok pemimpin di grup kecil mereka. Keempat anak itu pertama kali bertemu ketika orangtua mereka dikremasi pada hari yang sama. Berawal dari kelompok kecil, mereka pun memutuskan membuat sebuah band. Zombie-zombie kecil pun langsung menggebrak dunia musik.

Film ini ditulis dan disutradarai oleh Makoto Nagahisa dan dibintangi Keita Ninomiya, Satoshi Mizuno, Mondo Okumura, Sena Nakajima, Kuranosuke Sasaki, Youki Kudoh, Sosuke Ikematsu, Eriko Hatsune, Jun Murakami, Naomi Nishida, Shiro Sano, Rinko Kikuchi dan Masatoshi Nagase.

We Are Little Zombies telah memulai debutnya di Festival Film Sundance 2019 dan akan mulai diputar di bioskop segera setelah masalah pandemin COVID-19 berakhir.